Blogger news

Home » » Struktur Dasar Akuntansi

Struktur Dasar Akuntansi

Written By fajar salam on Saturday, 13 October 2012 | 23:12

Sesuai dengan judul dia atas kali ini saya akan memberikan ilmu seputar akuntansi lagi nie sob........
langsung saja ok ini dia "struktur dasar akuntansi"





STRUKTUR DASAR AKUNTANSI



STRUKTUR DASAR AKUNTANSI

2.1 Tujuan Laporan Keuangan & Fungsi Laporan Keuangan
            Tujuan Laporan keuangan:
1.      Memberi informasi keuangan yang dapat dipercaya mengenai aktiva, kewajiban, serta modal suatu perusahaan.
2.      Memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan dalam aktiva netto (aktiva dikurangi kewajiban) suatu perusahaan yang timbul dan kegiatan usaha dalam rangka memperoleh laba.
3.      Memberi informasi keuangan yang membantu para pemakai laporan untuk menaksir potensi perusahaan dalam menghasilkan laba.
4.      Memberi informasi penting lainnya mengenai perubahan dalam aktiva dan kewajiban suatu perusahaan seperti informasi mengenai aktiva pembiayaan dan investasi.
5.      Mengungkapkan sejauh mungkin informasi lain berkenaan dengan laporan keuangan dan relevan untuk kebutuhan pemakai laporan seperti informasi mengenai kebijakan akuntansi yang dianut perusahaan.

       Fungsi Laporan Keuangan:
1.      Posisi Keuangan; untuk mengetahui besar harta, utang dan modal pada saat tertentu.
2.      Laba/Rugi; untuk mengetahui besar keuntungan yang diperoleh atau rugi yang diderita pada saat tertentu.
3.      Arus Uang Masuk/Keluar; untuk mengetahui jumlah uang yang diterima dan uang yang dikeluarkan perusahaan pada saat tertentu.
4.      Struktur Modal (Equite); untuk mengetahui jumlah modal sendri/saham dari modal pihak luar yang digunakan dalam aktivitas usaha.

2.2 Karakteristik Kualitatif dan Laporan Keuangan
1.      Relevansi; relevansi suatu informasi harus dihubungkan dengan maksud penggunaannya. Bila informasi tidak relevan untuk keperluan para pengambil keputusan, maka informasi demikian tidak ada gunanya, betapapun kualitas lainnya terpenuhi.
2.      Dapat Dimengerti; informasin harus dapat dimengerti oleh pemakainya dan dinyatakan dalam bentuk dan dengan istilah istilah yang disesuaikan dengan batas pengertian para pemakai.
3.      Dapat Diandalkan; informasi akuntansi harus dapat dipercaya tidak mengandung isi yang menyesatkan, bebas dari eroi dan bias dan dapat disajikan secara jujur sehingga dapat diandalkan untuk pengambilan keputusan.
4.      Daya Banding; informasi dalam laporan keuangan akan lebih berguna baik dapat dibandingkan dengan laporan keuangan periode sebelumnya dari perusahaan yang sama/ maupun dengan laporan keuangan perusahaan-perusahaan lainnya pada periode yang sama.
5.      Konsisten; pembuatan laporan keuangan suatu perusahaan dianggap telah konsisten dalam menggunakan standar akuntansi apabila tetap menerapkan perlakuan akuntansi yang sama terhadap kejadian yang serupa.

2.3 Unsur-unsur Laporan Keuangan
1.      Akun Harta (Aktiva); merupakan kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan untuk menjalankan usahanya. Harta terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
a.      Harta Lancar; harta berupa uang kas/bank dan harta yang mudah dijadikan uang/ umur pemakaian harta itu kurang dari satu tahun. Terdiri dari:
1)      Kas; uang tunai yang siap digunakan dan bebas digunakan setiap saat, baik yang ada dalam perusahaan maupun berupa rekening giro perusahaan yang terdapat dalam bank.
2)      Surat-surat berharga (efek); surat-surat berharga yang dimiliki perusahaan dan dapat diperjual belikan.
3)      Wesel tagih; piutang yang diperkuat dengan promes (janji).
4)      Piutang; tagihan pada pihak lain baik perorangan maupun badan usaha.
5)      Persediaan; barang dagang yang tersedia untuk dijual (dalam perusahaan dagang) atau persediaan bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi (dalam perusahaan manufaktur), serta persediaan perlengkapan-perlengkapan (dalam perusahaan jasa).
6)      Perlengkapan; barang-barang yang digunakan untuk digunakan perusahaan perusahaan dan diperkirakan habis terpakai dalam waktu setahu. Antara lain perlengkapan kantor, dan perlengkapan took (perlengkapan biasa disebut dengan bahan-bahan habis pakai).
7)      Beban dibayar dimuka; biaya yang telah dibayar tetapi manfaat dari pembayaran belum diperoleh/ digunakan, antara lain asuransi dibayar dimuka, sewa dibayar dimuka, dan iklan dibayar dimuka.
b.      Investasi Jangka Panjang; investasi terwujud dalam bentuk saham, obliges, atau surat berharga lainnya.
c.       Harga Tetap; harga terwujud yang digunakan dalam kegiatan usaha perusahaan dan mempunyai umur ekonomis atau masa manfaat lebih dari setahun. Terdiri dari:
1)      Tanah; tempat gedung kantor dan gedung pabrik berdiri.
2)      Gedung; tempat usaha dilaksanakan baik langsung maupun tidak langsung antara lain gedung kantor dan gedung pabrik.
3)      Mesin; semua mesin yang digunakan dalam kegiatan usaha.
4)      Kendaraan;semua kendaraan yang digunakan dalam kegiatan usaha.
5)      Peralatan;semua peralatan yang digunakan perusahaan dalam menjalankan usaha antara lain peralatan kantor dan toko.
d.      Harta Tidak Berwujud; harta yang tidak mempunyaiwujud fisik tetapi mempunyai nilai uang. Terdiri dari:
1)      Hak paten; hak istimewa atas suatu barang yang diberikan oleh pemerintah kepada perusahaan.
2)      Hak cipta; hak karena menciptakan sesuatu yang diberikan oleh pemerintah perusahaan, antara lain hak cipta lagu.
3)      Franchise; hak istimewa yang diberikan oleh suatu perusahaan kepada perusahaan lainnya oleh karena barang tersebut mempunyai keistimewaan khusus.
4)      Goodwill; nama baik perusahaan yang melekat pada perusahaan itu sendiri.
5)      Harta lain-lain; harta yang tidak dapat digolongkan kepada salah satu jenis harta diatas.

2.      Akun Kewajiban (Passiva); yaitu hak/klaim dari pada kreditor atas kekayaan perusahaan. Passiva terbagi menjadi:
a.      Utang Lancar; kewajiban yang harus dilunasi kurang dari satu tahun. Terdiri dari:
1)      Wesel bayar; utang disertai promer (janji).
2)      Utang usaha atau utang dagang; kewajiban yang timbul karena pembelian karena pembelian jasa atau persediaan barang secara kredit.
3)      Biaya yang masih harus dibayar; beban yang sudah terjadi tetapi belum dibayar.
4)      Pendapatan diterima dimuka; kewajiban disebabkan perusahaan menerima lebih dahulu uang sementara penyerahan jasa atau barang belum dilaksanakan.
b.      Utang Jangka Panjang; kewajiban yang jangka waktu pelunasannya lebih dari satu tahun. Terdiri dari:
1)      Utang Bank; pinjaman modal kerja dari bank untuk pelunasan usaha.
2)      Utang hipotik; pinjam dari bank dengan jaminan harga tetap.
3)      Utang obligasi; utang yang disebabkan perusahaan menerbitkan dan menjual surat-surat obligasi.

3.      Akun Modal (Equitas); hak/ klaim dari pada pemilik atas kekayaan perusahaan. Terdiri dari:
a.       Akun Pendapatan;
1)      Pendapatan usaha; pendapatan yang dihubungkan langsung dengan kegiatan usaha.
2)      Pendapatan diluar usaha; pendapatan yang tidak berhubungan langsung dengan kegiatan usaha.
b.      Akun Beban;
1)      Beban usaha; pengorbanan yang langsung berhubungan dengan kegiatan usaha.
2)      Beban lain-lain; pengorbanan yang tidak langsung berhubungan dengan kegiatan pokok usaha antara lain beban bunga.

2.4 Konsep Pengaturan dan Pengukuran
A.    Asumsi Dasar:
1.      Asas kesatuan usaha; informasi keuangan hanya menginformasikan masalah keuangan perusahaan itu sendiri.
2.      Asas kesinambungan usaha; perusahaan dalam melakukan kegiatan selalu berusaha mempertahankan kelangsungan hidup usahanya.
3.      Asas pengukuran nilai uang; semua transaksi usaha, aktiva, kewajiban, dan modal yang terdapat dalam dalam perusahaan harus dapat diukur dengan satuan uang tertentu.
4.      Asas periode akuntansi; cara paling akuntansi mengukur keberhasilan suatu operasi perusahaan andalan dengan melikulasi perusahaan tersebut.
B.     Prinsip Dasar:
1.      Harga perolehan; transaksi pembelian yang dilakukan perusahaan dicatat sebesar harga perolehan tersebut.
2.      Pengakuan pendapatan; prinsip pendapatan menyatakan kapan suatu pendapatan (reverence) diakui atau dicatat dalam jurnal dan jumlah dari pendapatan yang dicatat.
3.      Perbandingan beban dan pendapatan; prinsip akuntansi yang mengharuskan kecocokan atau keselarasan (matering) atas pendapatan-pendapatan dan beban tersebut, konsep atau prinsip pengakuan beban terhadap pendapatan (matering concept atau matering panciple).
4.      Pengungkapan penuh; seluruh informasi pada saat pembuatan informasi keuangan harus diungkapkan secara cukup memadai bagi pemakaiannya dalam pengambilan keputusan.                                                                                                                                                                                                                                     
C.    Keterbatasan:
1.      Hubungan biaya manfaat; biaya yang menyediakan informasi harus didasarkan pada manfaat yang didapat dari penggunaan informasi tersebut.
2.      Materialitas; yang berhubungan dengan pengaruh suatu unit pada keseluruhan kegiatan akuntansi.
3.      Praktik industry; dalam menggunakan praktik akuntansi sebaiknya sebuah perusahaan berdasarkan konsep dan praktik dasar akuntansi serta praktik yang berlaku umum di industri.
4.      Konservatisme; jika perusahaan memiliki kemungkinan mendapatkan keuntungan/ kemungkinan nilai harta yang meningkat, maka perusahaan tidak boleh mencatat keuntungan atau peningkatan nilai harta tersebut dalam pencatatan akuntansinya.

2.5 Penggolongan Akuntansi
       Akun adala formulir tempat pencatat transaksi keuangan yang sejenis dan dapat menggubah komposisi harta, kewajiban, dan modal perusahaan. Akun digolongkan menjadi dua kelompok:
1.      Akun Rill; akun rill atau biasa disebut akun tetaop adalah akun-akun yang dicatat/terdapat dalam neraca.
2.      Akun Nominal; biasa disebut akun sementara adalah akun-akun yang terdapat dalam laporan laba rugi dan ditutup setiap akhir periode termasuk akun binominal adalah akun pendapatan dan akun beban di catat dalam laporan perubahan modal.

2.6 Kode Akun
       Dalam surat menyurat sering dicantumkan nomor kode pengiriman ataupun nomor kode alamat. Hal ini dilakukan untuk memudahkan bapak pengantar pos menyampaikan surat kepada sipenerima surat. Ini juga berlaku dalam akuntansi. Nomor kode tertentu diterakan untuk memudahkan pencatatan pengelompokan pencarian dan penyimpanan setiap akun. Kode akun adalah pemberian tanda/ nomor tertentu dengan memakai anggka dan huruf pada setiap akun.
       Sifat kode akun; kode akun harus membantu memudahkan pencatatan, pengelompokan, dan penyimpanan setiap aku. Kode akun mempunyai sifat-sifat yaitu:
1.      Mudah diingat
2.      Sederhana dan singkat
3.      Konsisten
4.      Memungkinkan adanya penambahan akun baru tanmpa menguabh kode akun yang sudah ada.
       Jenis-jenis kode akun; penambahan kode akun dalam sistem akuntansi perusahaan tergantung pada keanekaragaman transaksi dan jumlah transaksi yang terjadi semakin beraneka ragam transaksi merasa semakin banyak pula kode akun yang digunakan. Kode akun meliputi:
1.      Kode moninal; cara pengkodean akun berdasrkan nomor berurutan yang dapat dimulai dari angka 1,2,3. . . dan seterusnya.
2.      Kode desimal; cara penerimaan kode akun dengan penggunaan lebih dar satu angga mempunyai makna/ karakter terdiri kode decimal dapat di bebankan atas:
a.       Kode akun kelompok; cara pemberian kode akun dengan mengelompokan akun. Setiap kelompok akun diberi kode nmor secara sendiri-sendiri. Cara pemberian kode kelompok terlihat pada bagan berikut:
                                              1          2          3
Kelompok akun
Golongan akun
Jenis akun
          Cara ini memecah kelompok akun menjadi golongan akun, kemudian golongan akun dipecah menjadi jenis akun. Misalnya kode 123 adalah akun kas maka penguraian kode akunya yaitu kode 1 adalah kelompok akunnya yaitu harta (aktiva) kemudian kode 2 adalah golongan akunnya yaitu harta lancar, dan kode 3 yaitu jenis akunnya yaitu harta.
b.      Kode blok; cara pengkodean akun dengan cara memberikan suatu blok kode pada setiap kelompok akun sebagai contoh akun harta diberi nomor 100 sampai 199, akun utang diberi nomor 200 sampai 299, akun modal diberi nomor 300 sampai 399, akun pendapatan diberi nomor 400 sampai 499, akun beban diberi nomor 500 sampai 599 dan seterusnya.
c.       Kode stelsel atau desimal; cara pengkodean akun dengan cara membagi akun menjadi kelompok (kelompok disebut Rubrik) setiap rubrik diberi nomor kode mulai dari 0 sampai 9. Misalnya kode 0 adalah harta, kode harta lancar adalah 00 maka jika ada akun harta berupa kas maka kode stelsenya/desimalnya adalah 000, jika akun harta berupa perlengkapan maka kodenya 001, dan seterusnya.
3.      Kode Mematik; cara pengkodean akun dengan penggunaanhuruf tertentu. Contoh akun harta diberi kode huruf “H” , aku utang diberi kode huruf “U” , dan aku modal diberi kode huruf “M”. Misalnya jika harta diberi kode huruf “H”, lalu harta lancar diberi kode huruf “L” , dan kas diberi kode huruf “K” maka kode mematik/huruf akun kas adalah “H.L.K”.
4.      Kode Akun Kombinasi Huruf dan Angka; cara pengkodean dengan kombinasi antara huruf dan angka. Akun harta diberi kode huruf “H”, harta lancar “L” dan akun kas diberi kode angka 101, maka penulisan kode akun kas adalah “H.L.101”.
      
2.7 Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum
       Ilmu akuntansi juga memerlukan standar yang berlaku umum dan dapat diperhatikan secara universal. Prinsip akuntansi yang berlaku umum adalah prinsip-prinsip dan konsep-konsep yang digunakan oleh para akuntan dalam menyusun laporan keuangan banp ini menggukur segala prinsip dan praktik akuntansi yang dasar dan dapat menimbulkan perdebatan sehingga dapat diterima secara umum dan berguna bagi pemakainya.

2.8 Basis Akuntansi
1.      Basis Aktual; jika mengunakan basis aktual transaksi bisnis diakui dan dicatat pada saat terjadinya. Contoh; untuk mencatat pendapatan jasa diterima dimuka kita bias mencatat adanya pendapatan saat jasa telah selesai kita laksanakan, bukan pada saat kas diterima.
2.      Basis Kas; pada basis kas transaksi dicatat pada saat kas diterima atau dibayar. Contohnya; untuk mencatat pembayaran gaji karyawan bulan November yang dibayarkan pada akhir oktober, kita sudah mencatat beban gaji tersebut pada akhir oktober pada saat kas dikeluarkan.   



2.9 Konsep Dasar Akuntansi
1.      Konsep Harga Perolehan; seluruh biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan suatu barang sampai barang tersebut bisa digunakan.
     Contoh: Tuan Hilman membeli sebuah rumah seharga Rp 35.000.000,- biaya pembuatan kolam renang Rp 4.500.000,- biaya pembuatan taman dan pagar Rp 7.200.000,- dan biaya pembelian perabotan Rp 15.250.000,-. Hitunglah harga perolehan rumah tuan Hilman!
     Jawab:
Harga rumah                                Rp 35.000.000,-
Pembutan kolam renang               Rp   4.500.000,-
Pembuatan taman & pagar           Rp   7.200.000,-
Pembelian perabotan                    Rp 15.250.000,-
Harga perolehan                        Rp 61.950.000,-
     Jadi, harga perolehan tuan Hilman adalah sebesar Rp 61.950.000,-
2.      Konsep Kesatuan Usaha; dalam konsep ini dinyatakan bahwa setiap perusahaan dianggap sebagai suatu lembaga yang berdiri sendiri, maka keuangan perusahaan harus dipisahkan dari keuangan pemilik.
3.      Konsep Kesimambungan Usaha; perusahaan dianggap akan beroperasi untuk jangka waktu yang tidak dapat ditentukan.
4.      Konsep Pembanding antara Pendapatan dan Beban: apabila endapatan lebih besar dari beban atau beban lebih kecil dari pendapatan maka perusahaan tersebut mendapatkan “Laba”, akan tetapi apabila pendapatan lebih kecil dari beban atau beban lebih besar dari pendapatan maka perusahaan tersebut sedang mengalami “Rugi”. Cara menentukan laba rugi adalah dengan mengunakan rumus berikut:
     L/R = Pendapatan Rp xxx – Beban Rp xxx

2.10 Dasar Hukum Akuntansi dan Persamaan Akuntansi
      Menurut American Accounting Asociation (AAA), Akuntansi adalah suatu proses pengidentifikasian, mengukur, dan melaporkan informasi ekonomi dalam sebuah perusahaan, sehingga dimungkinkan adanya penilaian dan pengambilan keputusan bagi mereka yang menggunakan informasi tersebut.



Dasar Hukum Akuntansi
       Setiap perusahaan mempunyai kewajiban menyelenggarakan pembukuan bagi perusahaan yang diatur dalam;
1.         UU No. 16 tahun 2000 tentang: Ketentuan Umum Dan Tata Cara Perpajakan. Yaitu “Setiap orang atau badan yang melakukan kegiatan usaha di Indonesia wajib menyelenggarakan pembukuan”.
2.         Kitab UU Hukum Dagang: menyatakan “ Setiap orang yang menjalankan perusahaan diwajibkan membuat catatan tentang harta kekayaan sehingga setiap saat dapat diketahui hak dan kewajiban pengusaha.

Persamaan Akuntansi
     Persamaan akuntansi merupakan dasar dari pembukuan berpasangan. Dalam persamaan akuntansi Aktiva/Harta selalu sama dengan Kewajiban Ditambah Modal atau sisi disebelah Debit/Debet harus sama dengan sisi sebelah Kredit, untuk mengetahui perubahan pada akun-akun tersebut maka dibuatlah persamaan akuntan sebagai berikut:
1.  Aktiva = Equitas
2.  Aktiva = Passiva + Equitas
3.  Aktiva = Passiva + Equitas + Pendapatan + Beban

Pengaruh transaksi keuangan terhadap persamaan akuntansi:
1.   Perubahan aktiva diikuti dengan perubahan aktiva lain dalam jumlah yang sama.
2.   Perubahan aktiva diikuti dengan perubahan kewajiban dalam jumlah yang sama.
3.   Perubahan aktiva diikuti dengan perubahan equitas dalam jumlah yang sama.
4.   Perubahan aktiva diikuti dengan perubahan utang dan equitas dalam jumlah yang sama.

Cara pencatatan transaksi keuangan yang mempengaruhi komposisi harta:
1.   Pembelian perlengkapan kantor, peralatan, kendaraan, contoh pembelian perlengkapan  secara tunai seharga Rp 100.000,- akan mempengaruhi:
     Perlengkapan (+)/bertambah di aktiva/harta sebesar Rp 100.000,-
                 Kas (-)/berkurang di aktiva/harta sebesar Rp 100.000,-
2.   Transaksi yang mempengaruhi komposisi harta dan kewajiban. Contoh dibeli perlengkapan secara kredit sebesar Rp 100.000,- maka:
     Perlengkapan (+)/bertambah di aktiva/harta sebesar Rp 100.000,-
                 Utang Usaha (+)/bertambah di aktiva/harta sebesar Rp 100.000,-
3.   Transaksi yang mempengaruhi komposisi harta dan modal. Contoh diterima pendapatan dari servis motor sebesar Rp 100.000,- maka:
     Kas (+)/bertambah di aktiva/harta sebesar Rp 100.000,-
                 Pendapatan (+)/bertambah di Equitas/modal sebesar Rp 100.000,-

Contoh latihan:
     Berikut adalah transaksi yang ada pada prusahaan Perantara, periode januari 2012:
  1.  Pada tanggal 1, perusahaan perantara menerima modal awal sebesar Rp 5.000.000,-
  2.  Tanggal 2, perusahaan membayar sewa sebesar Rp 150.000,-
  3. Pada tanggal 3, perusahaan membeli peralatan seharga Rp 600.000,- secara kredit, dan baru dibayar Rp 420.000,-
  4.  Perusahaan membayar biaya iklan sebesar Rp 45.000,- pada tanggal 4 januari 2011
  5.  Pada tanggal 5, perusahaan membeli perlengkapan secara tunai sebesar Rp 30.000,-
  6.  Tanggal 6, tuan Hilman mengambil uang perusahaan untuk kepentingan pribadi sebesar Rp 60.000,-
  7.  Perusahaan membayar tangihan listrik pada tanggal 7, sebesar Rp 18.000,-
  8.  Pada tanggal 8, perusahaan membayarkan gaji karyawan sebesar Rp 210.000,-
  9.  Pada tanggal 9, perusahaan menerima pendapatan komisi sebesar Rp 385.000,-
  10.  Perusahaan membayar biaya perjalanan pada tanggal 10, sebesar Rp 36.000,-
  11.  Pada tanggal 11, telah terjadi penyusutan peralatan sebesar Rp 10.000,-
  12.  Pada tanggal 12, setelah dilakukan pengecekan ternyata perlengkapan yang telah terpakai sebesar Rp 8.000,-
     Perhatikan transaksi-tranksi perusahaan perntara di atas. Buatlah analisis akuntansi dan akun persamaan akuntansi dari transaksi perusahaan perantara di atas!!!
Jawab:
a.  Analisis Transaksi
  1.   01/01/2011 kas (+/A) Rp 5.000.000,- dan modal (+/E) Rp 5.000.000,- [modal awal]
  2.   02/01/2011 kas (-/A) Rp 150.000,- dan modal (-/E) Rp 150.000,- [beban sewa]
  3.   03/01/2011 peralatan (+/A) Rp 600.000,-  kas (-/A) Rp 420.000,-  dan utang usaha (+/P) Rp 180.000,- [pembelian secara kredit]
  4.   04/01/2011 kas (-/A) Rp 45.000,-  dan modal (-/E) Rp 45.000,- [beban iklan]
  5.   05/01/2011 perlengkapan (+/A) Rp 30.000,- dan kas (-/A) Rp 30.000,- [pembelian secara tunai]
  6.   06/01/2011 kas (-/A) Rp 60.000,- dan modal (-/E) Rp 60.000,- [prive tuan Hilman]
  7.   07/01/2011 kas (-/A) Rp 18.000,- dan modal (-/E) Rp 18.000,- [beban listrik]
  8.   08/01/2011 kas (-/A) Rp 210.000,- dan modal (-/E) Rp 210.000,- [beban gaji]
  9.   09/01/2011 kas (+/A) Rp 385.000,- dan modal (+/E) Rp 385.000,- [pendapatan komisi]
  10.   10/01/2011 kas (-/A) Rp 36.000,- dan modal (-/E) Rp 36.000,- [beban perjalanan]
  11.   11/01/2011 akumulasi penyusutan (+/P) Rp 10.000,- dan modal (-/E) Rp 10.000,- [beban penyusutan]
  12.   12/01/2011 perlengkapan (-/A) Rp 8.000,- dan modal (-/E) Rp 8.000,- [beban perlengkapan]

b.  Persamaan Akuntansi
“Perusahaan Perantara”
Persamaan Akuntansi
Periode, Bulan Januari 2012
Tgl
HARTA (A)
KEWAJIBAN (P)
MODAL (E)
keterangan
Kas
Perltan
Perlgkpan
U. usaha
Akum pnysutan
modal
1/1/12
 Rp 5.000,-
-
-
-
-
 Rp 5.000,-
Modal awal
2/1/12
(Rp   150,-)
-
-
-
-
(Rp   150,-)
Beban sewa

 Rp 4.850.-
-
-
-
-
 Rp 4.850,-

3/1/12
(Rp   420,-)
 Rp  600,-
-
 Rp   180,-
-
-
Pembl  krdt

 Rp 4.430,-
 Rp  600,-
-
 Rp   180,-
-
 Rp 4.850,-

4/1/12
(Rp      45,-)
-
-
-
-
(Rp     45,-)
Beban iklan

 Rp 4.385,-
 Rp  600,-
-
 Rp   180,-
-
 Rp 4.805,-

5/1/12
(Rp     30,-)
-
 Rp    30,-
-
-
-
Pmbl  tunai

 Rp 4.335,-
 Rp  600,-
 Rp    30,-
 Rp   180,-
-
 Rp 4.805,-

6/1/12
(Rp      60,-)
-
-
-
-
(Rp      60,-)
Prive Hilman
 Rp 4.295,-
 Rp  600,-
 Rp    30,-
 Rp   180,-
-
 Rp 4.745,-

7/1/12
(Rp      18,-)
-
-
-
-
(Rp      18,-)
Beban listrik
 Rp 4.277,-
 Rp  600,-
 Rp    30,-
 Rp    180,-
-
 Rp 4.727,-

8/1/12
(Rp    210,-)
-
-
-
-
(Rp   210,-)
Beban gaji
 Rp 4.067,-
 Rp  600,-
 Rp    30,-
 Rp    180,-
-
 Rp 4.517,-

9/1/12
 Rp    385,-
-
-
-
-
 Rp    385,-
Pndpt komisi

 Rp 4.452,-
 Rp  600,-
 Rp    30,-
 Rp    180,-
-
 Rp 4.902,-

10/1/11
(Rp      36,-)
-
-
-
-
(Rp      36,-)
Beban prjln
 Rp 4.416,-
 Rp  600,-
 Rp    30,-
 Rp    180,-
-
 Rp 4.866,-

11/1/12
-
-
-
-
 Rp        10,-
(Rp      10,-)
B. pnyusutn
 Rp 4.416,-
 Rp  600,-
 Rp    30,-
 Rp    180,-
 Rp        10,-
 Rp 4.856,-

12/1/11
-
-
(Rp      8,-)
-
-
(Rp        8,-)
B. prlgkpan

 Rp 4.416,-
 Rp  600,-
 Rp     30,-
 Rp    180,-
 Rp        10,-
 Rp 4.848,-


Rp 4.416,- + Rp 600,- + Rp 30,-
= Rp 5.038
Rp 180,- + Rp 10,-  +  Rp 4.848,-
= Rp 5.038,-

HARTA = KEWAJIBAN + MODAL
Rp 5.038,-  = Rp 5.038,-



 Semoga bermanfaat ya sob......
Selamat membaca..........

*Jangan lupa komen ya........
Share this article :

+ comments + 1 comments

28 August 2014 09:24

Gan, itu kenapa ada yang dicoret angkanya yg di dlm kolom?

Post a Comment

 
Copyright © 2011. Centry_jazz.blog - All Rights Reserved
Template Created by
Proudly powered by Entrys Informatika